Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

13 Februari 2009

Keistimewaan Sholat Subuh


Sholat subuh merupakan sholat wajib dengan jumlah rakaat yang paling sedikit dibandingkan dengan jumlah sholat wajib lainnya. Tetapi ALLAH yang Maha Segalanya justru menempatkan beberapa keistimewaan. Keistimewaan yang dimaksud diantaranya adalah:

1.      Pahala tanpa batas

2.      pahala sholat malam satu malam penuh

Barangsiapa yang sholat isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah sholat

setengah malam. Dan barangsiapa yang sholat subuh berjamaah (atau dengan

sholat isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud & Tarmidzi), maka

seakan-akan dia telah melaksanakan sholat malam satu malam penuh (HR.Muslim)

·                                 sumber cahaya di hari kiamat

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam

kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat

(HR.Abu Dawud , Tarmidzi & Ibnu Majah)

·                                 dijanjikan surga

2. Melihat ALLAH

3. Siksa Pedih bagi yang Meninggalkannya

4. Sholat sunnah yang lebih mulia daripada dunia seisinya.

Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Aisiyah : 2 rakaat fajar/sholat sunnah

sebelum subuh lebih baik dari dunia seisinya.

5. perlakuan khusus terhadap sholat subuh

·                                 merupakan sholat pertama kali yang diwajibkan atas kaum muslimin disamping ‘ashar

·                                 adzan subuh berbeda dengan adzan pada sholat-sholat lainnya

·                                 sholat subuh tidak bisa diqashar & dijama’

6. Waktu yang Menjadi Saksi (Surat Al-Fajri:1-2)

7. Berada di Bawah Lindungan ALLAH

8. Muara Ilmu & iman

Yaitu menjadi salah satu sarana penting dalam tarbiyah karena sholat subuh

merupakan saat-saat hati & pikiran masih jernih. Malaikat menjadi saksi bagi yang

berada dalam rumah ALLAH dan jamaah merupakan orang-orang yang

benar-benar beriman. Selain itu merupakan kesempatan terbaik untuk

menanamkan aqidah, akhlak dan fiqih.

9. Latihan Harian bagi Rohani

10. Menghapus dosa setengah usia

11. Berkah di Tiap Langkah

Dikutip dari: “Misteri Sholat Subuh” oleh DR.Raghib As-Sirjani

 

10 Februari 2009

Tips Meredam Marah


Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad). 

DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat. 

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan: 

1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim). 

2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud). 

3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud). 

4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad). 

5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
 
sumber: www.perpustakaan-islam.com